xpresikyu

Generate Your Own Glitter Graphics @ GlitterYourWay.com - Image hosted by ImageShack.us

usia

Lilypie 1st Birthday Ticker

f i c o mimik ASI

Lilypie Breastfeeding Ticker

Kamis, 26 Juni 2008

Astrologi Bayi

Tadi pagi Bunda Rizqa ngirim link ini http://www.infobunda.com/ lewat Google talk ke Bunda. Awalnya Bunda ga liat informasi lain selain mengenai perkembangan bayi karna ada kesibukan laen yang lebih penting. Menghasilkan duit soalnya, hahaha...

Nah, aga siangan si Bunda Fildza gosip deh tuh klo ada astrologi bayi jg. Weits, tertarik deh Bunda buka link tadi lagi. Pengen liat anak bujang Bunda si Virgo ini karakternya gimana. Iseng2 aja, ga dianggap serius. Tapi kok rada bener ya karakter yang disebutkan ma keseharian Fico sekarang.. Hehehe..Begini bunyinya :

Karakter umum:

Ini dia bayi favorit para orang tua. Bayi Virgo begitu manis dan ramah, selalu tak lupa menyunggingkan senyum setiap kali orang memandang. Ia juga begitu tenang dan tak pernah sulit diatur, terutama dalam menjalankan rutinitas sehari-hari. Namun, untuk urusan makan, ia memang agak pemilih. Kalau maunya pisang, ia tak akan mau papaya, walaupun hal itu diungkapkannya dengan senyum yang menawan. Dalam satu hal, ia memang agak keras kepala. Namun begitu, hatinya penuh sayang terhadap kedua orangtua dan lingkungan sekitarnya.

Saran:

Di balik ketenangannya itu, bayi Virgo tetaplah bayi yang haus kasih sayang. Walau ia jarang marah, namun ia tetap saja menginginkan pelukan dan ciuman dari bunda. Jangan pernah mengabaikannya, karena hatinya bisa terluka. Seperti bayi lain, ia juga butuh didorong dan diberi semangat. Berilah ia mainan yang mencerdaskan, seperti puzzle, balok kayu, ataupun bongkar pasang, karena pada dasarnya ia senang belajar.

Selasa, 24 Juni 2008

He is Ten Months Old Now

Hari ini tanggal 24 Juni 2008, Fico ulang bulan yang ke 10 bulan. Wuuiihh, cepat juga waktu berlalu, rasanya baru kemaren Bunda berperut buncit. Rasanya baru kemaren juga Bunda penasaran membayangi bagaimana sosok buah hati yang Bunda idam2kan ini. Rasanya baru kemaren Bunda menginap di Rumah Sakit karena melahirkan Fico. Rasanya baru kemaren anak Bunda ini dijemur2, tergolek dan bisanya hanya menagis..
Eh..eh..eh, sekarang sudah banyak lagaknya, bikin semua orang gemes dan kangen akan keberadaannya.. Mulai dari bisa senyum, bisa ngoceh, bisa tertawa terbahak2, bisa tengkurap, bisa duduk, bisa merangkak, bisa berdiri, bisa merembet, n sekarang sesekali bisa melepas tangannya pada saat sedang berdiri. Alhamdulilah anak Bunda tumbuh sehat dan pintar. Ga bosan2 Bunda berdoa yang terbaik untuk Muhammad Berkah Pacific Kifero Sang Pangeran Hati Bunda. Semoga menjadi anak yang Sholeh, Sehat dan Cerdas. Amiiinn... Satu puisi untukmu, Anakku..

Istana Hati

Istana hati ini ku persembahkan untukmu
Tlah ku hiasi dengan bunga-bunga cinta di dalamnya
Tlah ku sempurnakan juga dengan buah-buah kasih sayang di setiap sudut ruangnya

Kuingin kau menemukan kedamaian di istanaku ini
Kuingin kau menikmati keindahan bunga cinta yang ku tanam
Kuingin kau meneguk sari madu manisnya buah kasih sayang yang kupupuk

Yaaahh benar Anakku
Istana hati ini hanya untukmu
Temukan kehangatanku didalamnya
Senantiasa kan kudekap erat ragamu
dan kusemaikan berlian cinta untuk jiwamu

I love You, Son..
Terima Kasih Ya Allah atas anugrah terindah dari Mu

Senin, 23 Juni 2008

Boboku

Kemaren Fico udah tidur dari sore. Mungkin kecapekan karna siangnya habis jalan2. Meski udah Bunda cium2, bisik2in ditelinganya, tetap ga bergeming. Soalnya Bunda jadi sepi Fico bobo, sendirian doang deh nonton tipi. Siapa lagi yang bisa Bunda godain dan menerima dengan pasrah klo ga anak bujang Bunda ini.hehehe... Bosan nonton, ntr Bunda berpaling ke kanan, buat nyium2in doang, tapi Fico teuteuup sekali bobo teuteup bobo, puleeezzz..zZz..zzZZ. Eh posenya ada yang lucu ni, lagaknya ngalah2in jagoan bobo, tangannya sampe dikepal gitu..
Poto dulu aahh, preet..eh itu moto atoo...hmm apa ya? au aahh :D

Ikut Belanja


Ga seperti waktu itu, kali ini Fico ga kebagian troli yang ada mobilnya. Padahal Bunda dah liat2, siapa tau ada yang nganggur ato udah kelar makenya.. Kan lumayan, Fico bisa have fun juga sambil Bunda belanja. Yahhh ternyata ga ada.. Yo weis deh, kali ini Fico didudukin aja deh kayak di poto.. Baru kali ini Fico Bunda dudukin begini, asik juga. Ga nyangka anak Bunda udah gede euy. Cuma klo posisinya begini, Fico ga begitu betah, soale pandangannya ke alingan Bunda ato mba' yang dorong, klo mo diletakin dalam troli supaya ngadep depan, ga begitu save karna kan rada2 licin lagian ntar nyampur ma barang2 deterjen segala, ga deh. Akhirnya kadang didudukin, kadang Bunda gendong, ujung2nya ketiduran deh dalam gendongan Bunda.. Wah gimana klo Fico bentar lagi ya, kan udah lebih gede tuh, lari sana lari sini ambil sana ambil sini kalii yaaa..Weks, Bunda bakal punya kesibukan laen deh selain belanja ato jangan2 Bunda ga jadi belanjanya karna sibuk ngejar Ficoo..hihihi, gimana ntar aja deh, mudah2an ntar Fico malah bisa bantuin Bunda belanja. Asik..Asik..Asik..


Ke ITC Depok

Kemaren Bunda berencana belanja bulanan ke Carefour ITC Depok. Berhubung Abi ngantor, jadinya Bunda berangkat ditemani Fico dan mba'nya Fico. Eh iseng2 Bunda mampir di tempat maenan anak2. Pengen tau reaksi Fico seperti apa. Sambil Bunda titah, Fico lari kesana kemari dan matanya liar melihat ke sekeliling. Wah senang sekali sepertinya. Trus Bunda melihat maenan ini ni (di poto), yang perlu koin biar bisa njat njut. Boleh deh nyobain, pengen tau Fico takut ga naek ini. Trus beli deh 2 koin. Satu untuk naek bebek, n satunya lagi buat naek mobil. Hohoho, ternyata anak Bunda ga ada takut2nya, malah bebeknya mau dipanjat. Sembari Bunda poto2, si mba'nya waspada jagain Fico dari belakang. Begitu deh ekspresinya waktu naek 2 mainan itu, ada yang serius seperti mau di balap, ada yang cengengesan cengar cengir :D Klo pada saat naik yang bebek, antara tempat duduk dengan pegangannya ga begitu jauh, jadi Fico bisa pegangan sambil duduk ditempat yang telah disediakan. nah, klo yang mobil, tempat duduk n setirnya jauh, mungkin karna didesain untuk anak 2 tahun ke atas, alhasil Fico jadinya jongkok supaya bisa pegang setirnya. Duh, lagaknya kayak mau balap beneran, seriuuusss coooyyy.. Ananda mikola lewat, Michael Schumaker lewat...Btw, lewat mana ya? :D

Keliling Kompleks

Ini kegiatan Fico sehari2. Setelah mandi pagi dan mandi sore, bisa jadi sebelum ato sesudah sarapan/makan sore, Fico keliling kompleks pakai stoller di dorong mbahnya, berhai-hai dengan teman2nya. Hehehe, secara Fico belum bisa menyapa,paling au..uu.a..uu menunjukkan ekspresinya, jadilah teman2nya yang gede2 itu yang menyapa. Ficoo..Ficoo..mau kemana ni, jalan2 yaa..sapa anak2 kompleks. Agenda pagi Fico biasanya ga absen mampir di tempat ayunan. Klo sore, biasanya nonton anak2 maen sepak bola, klo ga maen layangan.
Fico pasti dah hapal kegiatannya yang satu ini. Kadang-kadang pulang udah dalam keadaan tidur. Mungkin nyaman ditiup angin sepoi2 sambil melihat2 pemandangan. Kegiatan keliling kompleks ini juga ga memakan waktu lama sampai berjam2, biasanya hanya menunggu sampai makanan yang akan disantap Fico selesai dibuat atau ga setengah jam juga udah pulang lagi ke rumah.
Hihihi lucu amat deh anak Bunda ni. Wah bentar lagi anak Bunda ga perlu didorong2 lagi deh, malah teman2nya yang nyamperin ke rumah ngajakin maen sepeda :D Fico..Fico..maen sepeda yuukkk..

Jumat, 20 Juni 2008

Jasa Besar Ibu



Bunda dapat artikel ini dari milis AFB. Duuuhh bagus sekali, sampai tercekak rasanya leher ini menahan air mata agar jangan sampai tergenang.. Jadi ingat mama Bunda di kota kelahiran. i love you mom forever. Semoga Bunda juga bisa menjadi madrasah cinta bagi anak-anak Bunda, seperti mama Bunda. Menjadi pecinta yang tidakkan pernah kehabisan stok cinta buat buah hati Bunda. Berikut artikelnya, bener banget apa yang dituliskan, karna sebagiannya sudah pernah atau malah sedang Bunda jalani.

Apa yang paling dinanti seorang wanita yang baru saja menikah? Sudah pasti jawabannya adalah : k-e-h-a-m-i- l-a-n. Seberapa jauh pun jalan yang harus ditempuh, Seberat apa pun langkahyang mesti diayun, Seberapa lama pun waktu yang harus dijalani, Takkenal menyerah demi mendapatkan satu kepastian dari seorang bidan:"p-o-s-i-t-i- f". Meski berat, tak ada yang membuatnya mampu bertahan hidup kecuali benih dalam kandungannya. Menangis, tertawa, sedih dan bahagia tak berbeda baginya, karena ia lebih mementingkan apa yang dirasa si kecil di perutnya. Seringkali ia bertanya : menangiskah ia? Tertawakah ia? Sedihkah atau bahagiakah ia di dalam sana? Bahkan ketika waktunya tiba, tak ada yang mampu menandingi cinta yang pernah diberikannya, ketika itu mati pun akan dipertaruhkannya asalkan generasi penerusnya itu bisa terlahir ke dunia. Rasa sakit pun sirna, ketika mendengar tangisan pertama si buah hati, tak peduli darah dan keringat yang terus bercucuran. Detik itu, sebuah episode cinta baru saja berputar.Tak ada yang lebih membanggakan untuk diperbincangkan selain anak.Tak satu pun tema yang paling menarik untuk didiskusikan bersamarekan sekerja, teman sejawat, kerabat maupun keluarga, kecuali anak.Si kecil baru saja berucap "Ma?" segera ia mengangkat teleponuntuk mengabarkan ke semua yang ada di daftar telepon.Saat baru pertama berdiri, ia pun berteriak histeris, antara haru,bangga dan sedikit takut si kecil terjatuh dan luka. Hari pertama sekolah adalah saat pertama kali matanya menyaksikan langkah awal kesuksesannya. Meskipun disaat yang sama, pikirannya terusmenerawang dan bibirnya tak lepas berdoa, berharap sang suami takterhenti rezekinya. Agar langkah kaki kecil itu pun tak terhenti di tengah jalan."Demi anak", "Untuk anak", menjadi alasan utama ketika ia berada dipasar berbelanja keperluan si kecil. Saat ia berada di pesta seorang kerabat atau keluarga dan membungkus beberapa potong makanan dalam tissue. Ia selalu mengingat anaknyadalam setiap suapan nasinya, setiap gigitan kuenya, setiap kali hendak berbelanja baju untuknya.Tak jarang, ia urung membeli baju untuk dirinya sendiri dan berganti mengambil baju untuk anak. Padahal, baru kemarin sore ia membeli baju si kecil. Meski pun, terkadang ia harus berhutang. Lagi-lagi atas satu alasan,demi anak. Di saat pusing pikirannya mengatur keuangan yang serba terbatas,periksalah catatannya.Di kertas kecil itu tertulis: 1. Beli susu anak; 2. Uang sekolah anak. Nomor urut selanjutnya baru kebutuhan yang lain. Tapi jelas disitu, kebutuhan anak senantiasa menjadi prioritasnya. Bahkan, tak ada beras di rumah pun tak mengapa, asalkan susu sikecil tetap terbeli. Takkan dibiarkan si kecil menangis, apa pun akan dilakukan agar senyum dan tawa riangnya tetap terdengar. Ia menjadi guru yang tak pernah digaji, menjadi pembantu yang takpernah dibayar, menjadi pelayan yang sering terlupa dihargai, dan menjadi babby sitter yang paling setia. Sesekali ia menjelma menjadi puteri salju yang bernyanyi merdumenunggu suntingan sang pangeran.Keesokannya ia rela menjadi kuda yang meringkik, berlari mengejar dan menghalau musuh agar tak mengganggu. Atau ketika ia dengan lihainya menjadi seekor kelinci yangmelompat-lompat mengelilingi kebun, mencari wortel untuk makan sehari-hari. Hanya tawa dan jerit lucu yang ingin didengarnya darikisah-kisah yang tak pernah absen didongengkannya.Kantuk dan lelah tak lagi dihiraukan, walau harus menyamarkan suara menguapnya dengan auman harimau. Atau berpura-pura si neneksihir terjatuh dan mati sekadar untuk bisa memejamkan matabarang sedetik. Namun, si kecil belum juga terpejam dan memintanyamenceritakan dongeng ke sekian. Dalam kantuknya, ia pun terus mendongeng. Tak ada yang dilakukannya di setiap pagi sebelum menyiapkan sarapan anak-anak yang akan berangkat ke kampus. Tak satu pun yang paling ditunggu kepulangannya selain suami dan anak-anak tercinta. Serta merta kalimat, "sudah makan belum?" tak lupa terlontar saat baru saja memasuki rumah. Tak peduli meski si kecil yang dulu kerap ia timang dalam dekapannya itu, sekarang sudah menjadi orangdewasa yang bisa saja membeli makan siangnya sendiri di kampus. Hari ketika si anak yang telah dewasa itu mampu mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya, untuk menentukan jalan hidup bersama pasangannya, siapa yang paling menangis? Siapa yang lebih dulu menitikkan air mata? Lihatlah sudut matanya, telah menjadisamudera air mata dalam sekejap. Langkah beratnya ikhlas mengantarbuah hatinya ke kursi pelaminan. Ia menangis melihat anaknya tersenyum bahagia dibalut gaun pengantin. Di saat itu, ia pun sadar, buah hati yangbertahun-tahun menjadi kubangan curahan cintanya itu tak lagihanya miliknya. Ada satu hati lagi yang tertambat, yang dalamharapnya ia berlirih, "Masihkah kau anakku?"Saat senja tiba. Ketika keriput di tangan dan wajah mulaiberbicara tentang usianya. Ia pun sadar, bahwa sebentar lagimasanya kan berakhir.Hanya satu pinta yang sering terucap dari bibirnya, "Bila ibumeninggal, ibu ingin anak-anak ibu yang memandikan. Ibu ingindimandikan sambil dipangku kalian".Tak hanya itu, imam shalat jenazah pun ia meminta dari salah satuanaknya."Agar tak percuma ibu mendidik kalian menjadi anak yang shalih &shalihat sejak kecil," ujarnya. Duh ibu, semoga saya bisa menjawab pintamu itu kelak. Bagaimanamungkin saya tak ingin memenuhi pinta itu? Sejak saya kecil ibutelah mengajarkan arti cinta sebenarnya. Ibulah madrasah cinta saya,Ibulah sekolah yang hanya punya satu mata pelajaran, yaitu "cinta". Sekolah yang hanya punya satu guru yaitu "pecinta". Sekolah yang semua murid-muridnya diberi satu nama: "anakku tercinta".

Toilet Training


Udah lama si Bunda ingin mulai toilet training untuk Fico. tapi masih bingung aja kapan waktu yang pas memulainya. Klo untuk pee, udah Bunda mulai beberapa bulan yang lalu. Jadi klao Bunda lagi libur ngantor, Bunda rajin bawa Fico ke kamar mandi untuk pee, dikira2 aja kapan waktunya. Dan biasanya jarang yang ga pee sampai di kamar mandi. Dengan sedikit ajian semburan air di tititnya (pancing2 gitu) ditambah dengan komat kamit mulut Bunda dengan bilang 'pis..pis..sstt..sstt', trus berhasil deh, hehehe. Klo ga berhasil, ntar ulang lagi brp menit kemudian. Repot si, tapi gpp demi sesuatu yang baik. Bukan begitu moms?
Nah kemaren ceritanya, ga sengaja Bunda mampir di rumah mayanya Bang Goerge. Di situ ada poto si abang ini lagi toilet training waktu usia 8 bulan. Wah Bunda jadi semangat untuk mempercepat toilet training untuk Fico, secara Fico sekarang udah 9 bulan lebih, harusnya udah bisa dunk. Jadinya kemaren malem Bunda kebetulan ada urusan ke ITC Depok, sekalian deh nyari toilet seat Fico.
Bunda nyari di dua toko. Di toko pertama, si mbanya ga ngeh waktu Bunda bilang toilet training, akhirnya ngeh jg setelah Bunda bilang toilet untuk baby. Jadinya waktu di toko kedua, Bunda bilang closet, takut si mbanya ga ngerti lagi klo Bunda bilang toilet training. Eh si mbanya malah mikir korset. Makanya Bunda bingung juga waktu si mba itu nawarin 'mau yang karet ato yang apa mba' sambil tangannya memperagakan korset klo ditarik (tapi tanpa korset), hahaha, ada2 aja.
Kembali ke toilet seat. Toilet seat yang ditempelin ke closet dewasa ini jenisnya ada 2, satu yang dudukannya empuk (ada busanya gitu kali didalemnya), satunya lagi yang plastik. Bunda pikir2 mending yang empuk aja deh, biar Fico nyaman apalagi ini pengalaman pertamanya. Biar seneng, hehehe. Mereknya apa ya tadi malam itu, klo ga salah pupu dan wena harganya 35rb. Akhirnya bungggkussss deeeehhh...Tu potonya di atas. Oia sampai rumah, sebelum plastiknya di buka, Bunda coba dl, pas ga di closet, klo ga pas bisa di tuker. Karna temen Bunda, pernah beli ga pas gt, jadi goyang2. Tapi yang Bunda beli ini passs..
Akhirnya pagi datang juga. Wah Bunda dah ga sabar ni mo mulai toilet training. Tapi mumpung Fico masih bobo, mending Bunda dulu deh mandi n beres2, jadi ntar ga buru2 mo ngantor. Biasanya Fico malah yang bangunin. Mudah2an pupnya Fico masih bisa menunggu, klo ga, gagal deh toilet training hari ini. Karna biasanya Fico pup pagi2 buta, hehehe, sejak kapan ya pagi buta or melek. Yo weis, Bunda kelar mandi, Fico masih belum pup. Siipp.. Sekarang giliran Abi masuk kamar mandi, ini artinya toilet training Fico masih harus menunggu lagi. Gpp deh Fico maen2 dulu, nurun2in barang2 di meja rias Bunda, hobi barunya. Begitu Abi kelar, Bunda tancap gas, ga mau kalah dengan pup Fico, langsung bawa Fico ke kamar mandi. Waktu Bunda dudukin, Fico ga mau diem, pengen turun. Trus Bunda pegangin, nyoba dudukin lagi, sambil mijit2 lembut perutnya sembari komat kamit bilang 'ek..ek' (maaf ya). Ga lama ekspresi ngedennya muncul jg, tapi ga sempet BUnd apoto tampang lucunya, karna kejadiannya begitu cepat, hihihi..Weiiss 'hasil'nya banyak. Well Done. Berhasil..Berhasil..Asik..Asik..toilet training pertama Fico berjalan mulus. Itu poto Fico sesaat setelah melepas hajat dengan sukses dan selamat. Besok dan hari2 seterusnya kita coba lagi ya nak, supaya anak Bunda ga pup di pampers or celana lagi. Gud Boy deh ah..A lotta lov..Nah, temen2 yang laen gimana pengalaman toilet trainingnya?

Senin, 09 Juni 2008

Fico dan Maenan


Ceritanya jumat minggu lalu, emak2 di kantor Bunda kasak kusuk pengen jalan2 keluar kantor. Kebetulan mobil kantor ada yang nganggur. Udah berapa minggu ga jadi2 mo keluar, karna mobil ga tersedia. Secara kantor Bunda jauh dari pusat perbelanjaan. Nah, masih tetep sama dengan rencana bbrp minggu kmrn, pengennya ke suatu pusat perbelanjaan grosir maenan anak.
Berangkat deh tuh setengah 12, mumpung Bos belum datang, tancappp deeehh.. Ada 6 orang cewe di mobil, 5 orang emak2 beranak satu dan satunya lagi perempuan belum punya anak, krn emang belum nikah alias gadis..hihihi..
Sampai deh di lokasi sekitar jam setengah satuan klo ga salah. Ga full satu jam si di perjalanan, karna ada kendala dikit, jadinya perjalanan makan waktu kira2 setengah jam deh. Wah sampai di tempatnya, ternyata tempat parkirnya lumayan sempit, mana mobil kantor setirnya keras banget lagi, ampe kringetan n serasa abis fitnes deh markirin tuh mobil. Tapi akhirnya kelar juga n mulai deh emak2 pada hunting. Ada yang cari laptop maenan, kolam renang segede gaban (krn emak, bapaknya bisa nyemplung jg) , btw buat anaknya ato ortunya yaa, hihihi, ada nyari kado2 buat stok karna lagi musim ulang tahun, macem2 deh. Nah, klo Bunda niatnya mo beli tas buat anak sepupu Abi, karna minggu depan Fico diundang ke ulang tahunnya. Bakal jadi ulang tahun pertama yang dihadiri Fico ni..
Liat ini-itu, akhirnya pengen ini pengen itu deh. Soalnya mumpung harga grosir, ngaku penjualnya siihh :D Salah satunya Bunda beliin Fico mobil yang ada treknya gitu. Ternyata begini rasanya punya anaknya ya, yang keingetan buat anaaaak aja, pengen bikin dia senang, rasanya nikmat banget pulang dengan membawa sesuatu buat anak..Wah kebetulan banget, pas sampai rumah, Fico baru bangun tidur belum mau lanjut lagi bobonya. Akhirnya sama Abi dirakit deh treknya malam itu juga, tadaaaa..ntu potonyaaa Fico n maenannya tapi jepretan di keesokan siangnya..
Saat mobilnya jalan Fico bingung2 gitu, pengen ngambil mobilnya tapi ga dapat2, yaiyalah masa yaiyadong..hehehe..mobilnya kan sedang melaju kencang nak. Eh tau2 tadi malam mobilnya udh ga bisa melaju lagi pdhl dah ganti batre, hmmm kenapa yaa.. Ada yang tau?? Masa umurnya baru 3 hari 2 malam, hiks :D

Kamis, 05 Juni 2008

Jepretan Bang Ogi

Di atas ini poto Fico hasil jepretan iseng Bang Ogi waktu di mobil. Bunda, Abi, Ogi dan Fico sedang menunggu Ibu Eva, Ayah Pit dan Kak Dela yang masih muter2 di FO 18th Park Bandung. Bang Ogi, Kak Dela dan Ibu sedang liburan. Nah, kebetulan Ayah sedang pelatihan di Bandung, jadilah kita sekalian ketemuan ma Ayah sekalian jg memuaskan hasrat Ibu untuk berbelanja ria. Pisss Bu :D
Senangnya punya saudara banyak, ada aja yang datang mengunjungi n pastinya selalu membawa keceriaan dan kebahagiaan bisa ngumpul2 bareng, jalan2 bareng, ketawa2, duuhh happynya. Sedih kalo time is over n saatnya berpisah dan kembali ke aktivitas masing2. Setelah itungan bulan baru biasanya ketemu lagi. Moga2 cucu2 dan cicit2 nenek&atuk akan selalu akrab seperti anak2 nenek&atuk meskipun tinggalnya dipisahkan oleh lautan yaa.. Amiinn

Selasa, 03 Juni 2008

Uhuy..Nampang ni kita di Mom n Kiddie


Sekitar dua minggu yang lalu, Id YM Bunda di add Tante Sisca dari Reporter Mom n Kiddie. Beliau dapat Id YM Bunda dari blog Fico katanya. Ternyata Tante Sisca mo nanya kira-kira Bunda bersedia ga kasi komentar tentang MPASI yang akan dimuat di Tabloid Mom n Kiddie edisi berikutnya (1juni08) plus ditampilin poto Bunda n Fico..Walah percaya ga percaya ni ada tawaran seperti ini..tapi Bunda iyain akhirnya..Nah, ternyata pas hari Minggu kemaren Tante Iyut mamanya Luthfi yang di Bandung telpon Bunda, dia suprise Bunda n Fico ada di tabloid yang baru aja dibelinya. Hihihi..jadi malyuuu..Oia nenek n atuk di kampung juga jadi ikut2an beli karena ada cucunya nampang di tabloid..hahaha, ada-ada aja ni pengalaman kita ya nak..Yang belum pada punya tabloidnya, beli yaa, kalo ga bisa liat potonya di atas, hihihi..malyuu lagi ni Bunda.

Fico dan Bang Ogi


Ini Fico dan Bang Ogi lagi action depan kamera, lagi nunggu Ibu Eva dan Ayah muter2 di Plangi, dari pada capek ikutan muter2 ntr malah pusing, heheh, mending maen mobil2an aja deh ma Bang Ogi.. Bang Ogi ini sepupu Fico nomor lima loh dari 12 orang sepupu. Banyak yaa..Nah Fico nomor 13 dari semua cucu nenek dan atuk.