xpresikyu

Generate Your Own Glitter Graphics @ GlitterYourWay.com - Image hosted by ImageShack.us

usia

Lilypie 1st Birthday Ticker

f i c o mimik ASI

Lilypie Breastfeeding Ticker

Selasa, 17 Februari 2009

PROMO TULIPWARE JAN-PEB 09







Bunda promo dikit ya teman2. Siapa tau ada yang sedang butuh dan berminat tapi tadinya ga tau. Nah sekarang Bunda kasi tau y. Cuma sampai pebruary ini sih. Ntr promo Maret-April beda lagi.. Contoh promonya new serving set yg tadinya seharga 398rb cm utk 1 set, sekarang bisa 2 set, so klo kongsian ma teman bisa cm 199rb/set..murah kan.. Piring2, mangkok2 pelengkapnya jg lagi BUY 1 FREE 1. COba ya diintip mom di RumahTulipware, siapa tau ada yang butuh buat kado or buat dipakai sendiri. Tq ALL.

Rabu, 11 Februari 2009

Ternyata baru 17 bulan..
















Hehehe, ternyata Fico baru 17 bulan, so belum 1,5 thn. Nah pas tanggal 24 Pebruary ini baru deh 18 bulan. Tumben ni Bunda keliru. Di kisah "Akhirnya.." Bunda udh pede banget bilang Fico udah 1,5 thn.. Hihihi.. Ntar di umur 18 bulan, Fico dapat imunisasi lagi yaitu Polio5, DPT4 dan HIB4. Mudah2n aja berjalan lancar.

Wiken kemaren, kebetulan Abi lagi ga masuk kerja. So, bisa jalan2 deh n tentunya Bunda punya foto2 Fico terbaru, ada yang di Solaria, ada yang di rumah sepupu Abi pas arisan keluarga.. Ada yag pose jaim, mangap, penuh ekspresi, kusut krn udh kegerahan...

Ni ya Bang, Bunda pasang di sini potonya, biar ntr pas gede abang tau klo abang itu bisa buat Bunda tergila-gila, kayak ada lagu di jaman Bunda Bang setelah Bunda ganti liriknya jadi gini ni "hanya Fico yang bisa, buat Bunda jadi tergila-gila", hehehe.
Oia, Abang tuh klo pas di kamar trus ada keinginannya yang ga diturutin, bakal pura2 nangis tuh (meskipun ntr bisa nangis beneran, hihii), yang lucunya nangis sambil jalan ke arah kaca lemari, nangis kok sambil ngaca si bang, ya udah pasti jelek lah bang klo lagi nangis mah..
Klo lagi make sesuatu yang menurut abang aneh (kopiah, kacamata hitam, helm Bunda), sering deh abis itu lari ke kaca lemari di kamar Bunda. Misalnya nih, lagi maen2in helm Bunda di ruang makan, trus dipake ke kepala abang, trus abang jalan deh ke kamar buat ngaca n senyum2 sendiri...Hihihi, abang genit deh..Klo ga ke kaca, pasti nunjukin ke orang, apa itu ke Bunda, ke Eyang..hihihi, abang pamer yaa.. Ini Bunda ceritain, karna besok2 takutnya Bunda ga ingat persis crtnya.

Selasa, 03 Februari 2009

PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU


Bunda baru saja mendapat email berikut dari teman kantor.. Mengharukan juga ceritanya..


PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua di luarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.
Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama Meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.
Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS.
Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,
" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh... dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario , tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan....aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta , aku tidak pernah menyangka,
hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun , rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?"
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak p erna h merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya.
Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.
Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,
Mario

Mataku terasa panas.. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku.. Betapa malangnya nasibku.
Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********

Setahun kemudian...
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
" Mario, suamiku....
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku. .. Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku......
Ternyata aku keliru.... aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukaimu .
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"
Aku tidak perduli, dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,
Rima"

Di surat yang lain,

".........Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha...... "
Disurat yang kesekian,
".......Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario . Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena pencernaanmu yang selalu bermasalah.. .
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya.. ."
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya...
dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir, pagi ini...
"........... ...Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kita yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?.........."
Jelita menatap Meisha, dan bercerita,
" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi...... aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante..... aku melihatnya masih memandangku
sebelum dia tidak lagi bergerak.... .." Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan
email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar.... Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha.. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku....
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario . Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita..

Akhirnya...


Akhirnya Bunda bisa OL lagi, setelah 2 minggu kemaren kena Demam Berdarah. Widih, kena lagi?? Kok demen amat ya nyamuk ma Bunda. Padahal Bunda ga jorok kok, hehehe, ngebela diri sebelum ada yang bergumam dalam hati menuduh Bunda jorok..hihiihi..Dulu waktu jaman kosan, udah pernah kena (lingkungan jakartanya kali ni yang ga bagus, nyalahin yakk). Jadilah kemaren Abi pulang dari arab disambut dengan sakitnya Bunda. Untungnya masih sempat jemput Abi ke Bandara, karna Bunda belum rawat inap. Dulu waktu kena DB pertama, jaman pacaran ma Abi, Bunda ga sempat jemput Abi di bandara (waktu itu Abi dapat tugas ke Italy) karna udah terlanjur masuk RS. Walah..kok kejadiannya nyaris sama yaa..Mdh2an tidak akan pernah terulang lagi.. Aminn..

Akhirnya hal yang ga pernah terbayangkan ma Bunda kejadian juga. Dulu Bunda ga pernah ato ga berani membayangkan klo Fico tidur malam tanpa Bunda. Tapi, pada saat Bunda di rawat di RSIA Hermina Depok, mau ga mau Fico tidur tanpa Bunda selama 4 malam. Duuhh kangen rasanya. Syukurnya Fico sama sekali ga rewel kata Eyang n Abi. Jadi, sedia susu UHT aja. Sehari sebelum Bunda pulang ke rumah, Fico akhirnya dibawa ke RS. Karna menurut dokter, gpplah dibawa secara emaknya kangen & lagi kamar Bunda juga ga nyampur ma orla. Begitu ketemu Bunda, Fico langsung baring di dada Bunda bbrp menit melepas kangen kali yaaa sebelum akhirnya mulai melasak :D

Akhirnya Fico sekarang udah 1,5 tahun. Makin banyak aja kelakuannya yang buat orang rumah gemes n tertawa. Meski belum bisa bicara, tapi Fico mengerti apa yang kita maksud. Contohnya, suatu hari, ceileee, setelah Bunda pulang ke rumah dari RS, Bunda kan masih lemes n kliyengan. Trus Fico nenen dengan posisi favoritnya sambil tengkurap n mulutnya menclok ke kendi. Iseng Bunda ngobrol "Fic, kepala Bunda pusing deh, Fico bisa mijit kepala Bunda ga ya, sambil Bunda pegang kepala Bunda". Eh, tiba2 Fico ngelepas nenen dari mulutnya n nyuruh Bunda tutup, lalu Fico dengan posisi berlutut meletakkan tangannya di kepala Bunda, weleh..weleh..ternyata Fico ngerti apa yang Bunda maksud, so sweet rasanya.

Cerita laennya lagi. Biasanya klo Bunda ada di rumah, intensitas ASI lebih banyak daripada sufor untuk Fico. Tapi, berhubung kemaren Bunda masih lemes krn sakit dan lagi Fico udah 1,5 tahun, insyallah sekitar 5 bulan lagi akan disapih, akhirnya sufor lebih sering Bunda kasi sekalian buat membiasakan Fico pelan2 biar ntar pada saat disapih ga kaget. Nah, kadang susunya ga langsung dihabisin, masih tinggal setengahnya. Bunda muncul ide, pura2 nangis sambil ngomong "Fico ga abisin susunya sambil nunjuk botol susunya". Eh..eh..tiba2 botol susu itu diambil Fico loh n diminum lagi. Pernah suatu kali, begitu dia masukin lagi, Fico eneg gitu seperti mo muntah, tp kesannya karna ingin menyenangkan hati Bunda, tetep susu itu diminumnya..Walah, malah Bunda yang ga tega dan buru2 aja Bunda hentikan aksi minumnya, artinyaFico bnr2 udah kenyang bukan malas minum susunya. Waduh ternyata Fico ngerti ya apa yang Bunda inginkan, takjub..

Oia, Fico demen banget ngepel loh. Hehehe. Jadi klo ada yang tumpah dilantai, or susunya keciprat di seprei atau sengaja menumpahkan, buru2 nyari kain lap trus dilap deh. Klo ga nemu kaen lap, pake tisu (nunjuk2 minta diambilin tisu), atau ga, ngambil kaen gendongnya. Klo kehabisan ide, ga ngeliat apa yang bisa dijadiin lap, ngambil keset loohh..Walah..bener2 ya anak sekecil ini mudah menyerap apa yang dilihatnya. Fico juga ngerti klo Bunda minta tolong tutup pintu dengan bahasa Om Barrack "Fic, close the door, plis", ditutup deh pintunya.

Selain itu, paling demen maen hape n berlagak seperti orang nelpon karna sering ngeliat Bunda or orang rumah terima telpon. Dan tau loh klo hape lagi di keylock, jadi klo Fico lagi pengen utak atik hape pasti minta Bunda nonaktipin keylocknya dengan bahasa a..u..a..u nya. Untungnya nama pertama di hape Bunda namanya Abi jadinya Fico sering sms kosong ke Abi. So, Abi udah tau aja deh, klo dapat sms kosong dari hp Bunda, pasti Fico yang ngirim. Hehehe..

Hmm, apalagi ya..Oia, klo jalan suka jinjit2. Kadang jalan ngebusungin dada atau mundur2 dengan ekspresi ngebungkuk tentunya dibarengin dengan muka isengnya, karna maksudnya mau becanda. Hihihi..pokoke lucu banget deh. Ada hikmahnya juga Bunda sakit kmrn, Bunda jadi banyak waktu dengan Fico. Syeneng, hihiihi..

Teman2 semua apa kabar?? Semoga semua sehat yaa, jangan ada yang ikutan sakit kayak Bunda. Mana cuaca sangat tidak bersahabat. Makasi ya yang udah berkunjung, insyaallah Bunda akan berkunjung balik yaaa..